July 28, 2011

10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI KRISTUS LEBIH DARI PADA AGAMA

1. KRISTUS ADALAH SESEORANG UNTUK DIKENAL DAN DIPERCAYAI Kristus lebih dari sekedar suatu sistem, tradisi, atau kepercayaan. Dia adalahsatu Pribadi yang mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita, merasakan penderitaankita, dan bersimpati dengan kelemahan kita. Bila kita percaya kepadaNya, Diamengampuni dosa kita, menjadi perantara bagi kita, dan membawa kita kepadaBapaNya. Dia menangis untuk kita, mati untuk kita, dan bangkit dari kematianuntuk membuktikan bahwa Dia adalah sesuai dengan apa yang Dia klaim tentangDiriNya. Dengan menaklukkan kematian, Dia menunjukkan bahwa Ia mampumenyelamatkan kita dari dosa-dosa, hidup melalui diri kita dalam dunia ini, dankemudian dengan aman membawa kita ke surga. Ia memberi diriNya sebagai suatuanugerah bagi siapa saja yang mau percaya kepadaNya. ( Yoh 20:24-31) 

2. AGAMA ADALAH SESUATU UNTUK DIPERCAYAI DAN DILAKUKAN Agama adalah mempercayai Allah, menghadiri kebaktian-kebaktian, mengikutikatekisasi, dibaptis, dan menerima Perjamuan Kudus. Agama adalah tradisi,ritual, upacara, dan mempelajari perbedaan antara benar dan salah. Agama adalahmembaca dan menghafal Kitab Suci, memanjatkan doa-doa, memberi kepada orangmiskin, dan merayakan hari-hari besar agamawi. Agama adalah menyanyi dalampaduan suara, menolong orang miskin, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan masalalu. Agama adalah sesuatu yang dipraktekkan oleh orang-orang Farisi, parapemimpin rohani yang cinta Kitab Suci, konservatif, separatis, dan yang cukupmembenci Kristus sehingga mereka menuntut kematianNya. Mereka membenci-Nya bukanhanya karena Ia melanggar tradisi mereka demi menolong orang banyak,( Mat 15:1-9) tetapi karena melalui agama mereka Ia melihat ke dalamhati mereka. 

3. AGAMA TIDAK MENGUBAH HATI Yesus mengibaratkan orang-orang Farisi yang religius seperti sekelompok pencucipiring yang membersihkan bagian luar sebuah cawan namun membiarkan bagian dalamtetap kotor. Ia berkata, "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luardari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Haiorang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yangmenjadikan bagian dalam?". ( Luk 11:39-40) Yesus tahu bahwaseseorang dapat mengubah penampilannya tanpa mengubah tingkah lakunya.( Mat 23:1-3) Ia tahu bahwa prestasi dan upacara religius tidakdapat mengubah hati. Ia memberi tahu salah seorang yang paling religius padazaman-Nya bahwa kecuali seseorang ‘dilahirkan kembali’ oleh Roh Kudus, ia tidakdapat melihat kerajaan Allah. ( Yoh 3:3) Namun sampai saat ini,banyak orang yang paling religius pun terus melupakan bahwa agama memang dapatmerapikan penampilan luar, tetapi hanya Kristus yang dapat mengubah hati. 

4. AGAMA MERUMITKAN YANG SEDERHANA 
Yesus berbicara kepada ahli-ahli agama yang sangat mengutamakan hal-hal sepele,"Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhandari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilandan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan."( Luk 11:42) Yesus melihat kecenderungan kita untuk membuat aturan-aturandan berfokus pada tingkah laku yang "benar secara moral," tetapi tidakmemperhatikan hal yang lebih besar tentang mengapa kita berusaha menjadi benar.Sementara orang-orang Farisi memiliki banyak pengetahuan berikut kesimpulan-kesimpulanlogisnya, mereka lupa bahwa Allah tidak peduli seberapa banyak yang kita ketahuisampai Ia tahu seberapa banyak hati kita peduli orang lain. Pertanyaan "mengapa"yang lebih penting inilah yang dipikirkan rasul Paulus ketika ia menulis,"Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasamalaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yangberkumandang dan canang yang gemerincing... dan sekalipun aku membagi-bagikansegala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapijika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku,".( 1Ko 13:1, 3) 

5. AGAMA LEBIH MEMENTINGKAN PERSETUJUAN MANUSIA DARI PADA PERKENANAN ALLAH 
Yesus menyimpan kritik-Nya yang paling tajam bagi orang-orang religius yangmenggunakan reputasi rohani mereka untuk mendapatkan perhatian dan kehormatan.Terhadap mereka ini Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi,sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerimapenghormatan di pasar,". ( Luk 11:43) Kemudian, kepada murid-murid-Nya,Ia berbicara tentang orang-orang Farisi, "Semua pekerjaan yang mereka lakukanhanya dimaksud supaya dilihat orang,". ( Mat 23:5) Yesus melihatdengan jelas ke dalam praktek agama yang menganggap pendapat dan perhatian darimanusia lebih penting dan lebih disukai dari pada perkenanan Allah. 

6. AGAMA MENJADIKAN KITA ORANG-ORANG MUNAFIK 
Yesus berkata, "Celakalah kamu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi! Sebabkamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan diatasnya, tidak mengetahuinya." ( Luk 11:44) Apakah yang kelihatanlebih baik dari pada berpakaian rapi, menghadiri kebaktian-kebaktian, danmelakukan hal-hal yang menandakan bahwa kita adalah orang-orang yang saleh dantakut akan Allah? Tetapi berapa banyak ahli agama, pendeta, dan penganut agamayang setia yang sedikit pun tidak menunjukkan penghormatan dan dorongan untukistri-istri mereka, perhatian bagi anak-anak mereka, dan kasih kepada orang-orangyang berbeda kepercayaan? Yesus mengetahui apa yang seringkali kita lupakan: Apayang kelihatan baik mungkin memiliki akar yang jahat. 

7. AGAMA MENJADIKAN HIDUP LEBIH SULIT LAGI 
Karena tidak dapat mengubah hati, agama berusaha mengontrol orang denganhukum-hukum dan tuntutan-tuntutan yang bahkan tidak dijalankan oleh para ahliagama yang menafsirkan dan menjabarkan aturan-aturan tersebut. Dengan memikirkan"faktor beban" inilah, Yesus berkata, "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahliTaurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapikamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun,". ( Luk 11:46)Agama sangat baik di dalam menjabarkan standar-standar tingkah laku danhubungan-hubungan yang benar, tetapi sangat tidak berdaya dalam memberikanpertolongan yang dibutuhkan dan penuh belas-kasihan bagi mereka yang menyadaribahwa mereka belum hidup sesuai dengan tuntutan-tuntutan tersebut. 

8. AGAMA MENJADIKAN KITA MUDAH MENIPU DIRI KITA SENDIRI Secara bergurau sering dikatakan, "Saya mencintai umat manusia. Orang-oranglahyang membuat saya tidak tahan." Orang-orang Farisi bertindak berdasarkanpemikiran yang serupa, tetapi hal itu sungguh tidak lucu. Menurut Yesus, orang-orangFarisi menyombongkan diri mereka di dalam menghormati dan membangun monumen-monumenpara nabi. Ironisnya, ketika mereka bertemu dengan seorang nabi yangsesungguhnya, mereka justru mau membunuhnya. Barclay mengatakan, "Satu-satunyanabi yang mereka kagumi adalah nabi yang sudah mati; ketika mereka bertemuseorang nabi yang hidup, mereka berusaha membunuh-Nya. Mereka menghormati paranabi yang sudah mati dengan membangun kuburan dan monumen, tetapi merekamenghina yang masih hidup dengan penganiayaan dan kematian." Inilah yangdimaksud Yesus dalam Luk 11:47-51 dan Mat 23:29-32.Orang-orang Farisi telah menipu diri mereka sendiri. Mereka tidak menganggapdiri mereka sebagai pembunuh para nabi. Ahli-ahli agama tidak melihat dirimereka sebagai orang yang menolak Allah. 

9. AGAMA MENYEMBUNYIKAN KUNCI PENGETAHUAN 
Salah satu bahaya terbesar dari agama adalah menjadikan kita berbahaya bukanhanya bagi diri kita sendiri melainkan juga bagi orang lain. Kepada para ahliAlkitab yang sangat religius pada zaman-Nya Yesus berkata, "Celakalah kamu, haiahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiritidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi,".( Luk 11:52) Ahli-ahli agama mengambil "kunci pengetahuan" denganmengalihkan perhatian orang dari Firman Allah dan dari ketulusan hati dengantambahan tradisi-tradisi dan tuntutan-tuntutan yang sepele tetapi yang dianutsecara fanatik. Bukannya memimpin orang kepada Allah, mereka malah mengubahfokus umatnya kepada diri mereka dan aturan-aturan mereka sendiri. Ahli-ahliagama demikian adalah orang-orang yang yakin bahwa kepercayaan dan karya agamamereka dapat menggantikan apa yang sesungguhnya hanya dapat dilakukan olehKristus. 

10. AGAMA MENYESATKAN PARA PENGIKUTNYA 
Dalam Mat 23:15 Yesus berkata, "Celakalah kamu, hai ahli-ahliTaurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamumengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang sajamenjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orangneraka, yang dua kali lebih jahat daripada kamu sendiri." Orang-orang yangbertobat kepada suatu agama berada dalam bahaya ganda. Mereka memilikiantusiasme ganda untuk menjalani cara hidup mereka yang baru, dan dengansemangat besar mereka secara membabi buta membela guru-guru mereka yang jugabuta. Mereka mempercayakan diri kepada orang-orang yang telah menggantikehidupan, pengampunan, dan hubungan dengan Juruselamat yang tak terbatas,dengan suatu sistim aturan dan tradisi. Dalam arti tertentu, agama itu penting,( Yak 1:26-27) yaitu jika ia mengarahkan kita kepada Kristus yangmati bagi dosa-dosa kita dan yang sekarang memberi diri-Nya untuk hidup melaluimereka yang percaya kepada-Nya. ( Gal 2:20; Tit 3:5) 

ANDA TIDAK SENDIRIAN Bila Anda belum meyakini Kristus sebagaimana Diamenyatakan diriNya. Namun ingatlah bahwa Ia menjanjikan pertolongan Allah bagimereka yang bertanya dengan tulus. Ia berkata, "Barangsiapa mau melakukankehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Akuberkata-kata dari diriKu sendiri,". ( Yoh 7:17) Di sini Yesusmengingatkan bahwa kita melihat banyak hal bukan hanya sesuai dengan apa adanyamereka, tetapi sesuai dengan subyektifitas kita. 

Jika Anda memang menyadari perlunya beriman kepada Kristus, ingatlah bahwaAlkitab berkata kepada keluarga Allah, "Sebab karena kasih karunia kamudiselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itubukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri,". ( Efe 2:8, 9)Keselamatan yang ditawarkan Kristus bukanlah upah untuk usaha religius kita,tetapi suatu anugerah bagi mereka yang percaya kepada-Nya. 





Sumber: http://www.bersamadia.com/2009/06/10-alasan-yesus-melebihi-agama.html

No comments:

Komentar Terkini