September 30, 2012

SURVEY PERMASALAHAN KE-SD-AN (STANDAR KOMPETENSI LULUSAN)


Tujuan Pendidikan Dasar

Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP):
1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya
4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi di lingkungan sekitarnya
5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif, dengan bimbingan guru/pendidik
7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan sekitar
10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanah air Indonesia
12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal
13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang
14. Berkomunikasi secara jelas dan santun
15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam lingkungan keluarga dan teman sebaya
16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung

Permasalahan berkaitan dengan Standar Kompetensi Lulusan:

1.      Standar kelulusan mata pelajaran yang diujikan terlalu tinggi, sehingga kemungkinan siswa tidak lulus menjadi semakin besar
2.      Standar kompetensi lulusan semakin memarginalkan sekolah-sekolah di daerah tertinggal (sekolah pedalaman: Papua)
3.      Standar kompetensi lulusan menjadikan beban siswa, sehingga banyak siswa mencari cara belajar pintas (melalui lembaga bimbingan belajar) atau sistem belajar kebut semalam
4.      Menimbulkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin, anak orang kaya ikut les, yang miskin bengong
5.      Ketidakpercayadirian guru terhadap kemampuan siswa membuat nilai siswa dikatrol gila-gilaan
6.      Banyak pihak ketiga yang mencoba menggunakan kesempatan dengan cara menjual soal-soal dan/kunci jawaban “asli tapi palsu”
7.      Kemampuan siswa yang heterogen hanya diukur melalui satu standar kelulusan secara kognitif, sehingga mematikan potensi siswa
8.      Sekolah pinggiran yang berbasis budaya tidak lagi menjadi pilihan calon siswa, karena calon siswa lebih memilih sekolah dengan output kelulusan yang tinggi secara kognitif

Analisis permasalahan:

Masalah yang dipilih:
Standar kompetensi lulusan semakin memarginalkan sekolah-sekolah di daerah tertinggal
Penyebab:

1.      Tenaga pendidik di daerah pedalaman sangat kurang
Ex: dalam sebuah sekolah yang terdiri dari enam kelas hanya diampu oleh satu guru
2.      Kesejahteraan tenaga pendidik di daerah pedalaman kurang diperhatikan
Ex: Tunjangan guru pedalaman belum mencukupi kebutuhan hidup di daerah tersebut
3.      Sarana dan prasarana pendidikan tidak mendukung proses pembelajaran
Ex: Bangunan sekolah tidak layak
4.      Akses menuju sekolah sulit ditempuh (jarak/medan yang ditempuh sangat jauh)
Ex: Untuk menuju sebuah sekolah di Suku Asmat diperlukan perjalanan melalui sungai sejauh 10 Km
5.      Keamanan daerah tertinggal kurang terjamin
Ex: Tidak adanya personil keamanan, dan suku yang belum mengenal budaya (hukum rimba)
6.      Belum adanya sarana kesehatan di sekolah tertinggal
Ex: Tidak tersedianya klinik atau puskesmas
7.      Kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya pendidikan sangat kurang
Ex: orientasi memiliki anak adalah untuk bekerja dan bertahan hidup

Solusi   :
1.      Dibuatkan standard khusus yang lebih flexibel berdasarkan potensi daerah tersebut
2.      Di daerah-daerah tertinggal tersebut diprioritaskan pengiriman tenaga pendidik
3.      Kesejahteraan untuk untuk tenaga pendidik di daerah tertinggal diperhatikan
4.      Membangun akses menuju lokasi yang lebih baik
5.      Membangun sarana kesehatan di daerah tertinggal





Tidak ada komentar:

Komentar Terkini