Mei 01, 2012

PENILAIAN PROYEK (Asessmen Pembelajaran)



1.      Pengertian Proyek

Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu secara jelas.
Dalam penilaian proyek umumnya menggunakan metode belajar yang memecahkan masalah sebagai langkah awal dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata.
            Karakteristik penilaian proyek antara lain:
a.       Mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan (skill)
b.      Sering digunakan dengan metode cooperative learning
c.       Dapat diterapkan secara untuk individu maupun kelompok.

2.      Prosedur dan Langkah-langkah

Langkah-langkah dalam penilaian proyek antara lain:
a.       Tentukan berbagai jenis proyek dalam setahun.
b.      Untuk masing-masing proyek, buat jadwal kapan proyek dimulai, kapan masing-masing bagian dari proyek harus diselesaikan, kapan draft awal dikumpulkan,
dan kapan produk akhir diharapkan selesai.
c.       Tunjukkan kepada peserta didik beberapa sample proyek yang telah selesai.
d.      Upayakan siswa dapat mengembangkan kriteria untuk menilai kualitas sejumlah proyek yang telah selesai, dari segi penampilan, temuan, atau informasi.
e.       Upayakan siswa belajar bagaimana menggunakan rubrik yang telah kita berikan sebelumnya.
f.       Upayakan siswa dapat menyelesaikan proyek dengan bantuan pihak sekolah.
g.      Upayakan siswa menyajikan proyek yang telah selesai.
h.      Siswa menyerahkan proyek untuk dinilai.

3.      Kelebihan dan Kekurangan

a.       Kelebihan:
1)      Meningkatkan motivasi.
2)      Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
3)      Meningkatkan kolaborasi.
4)      Meningkatkan keterampilan mengelola sumber.
5)      Meningkatkan skill
b.      Kekurangan:
1)      Kebanyakan permasalahan “dunia nyata” yang tidak terpisahkan dengan masalah kedisiplinan, untuk itu disarankan mengajarkan dengan cara melatih dan menfasilitasi peserta didik dalam menghadapi masalah .
2)      Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan masalah.
3)      Memerlukan biaya ekstra.
4)      Banyak peralatan yang harus disediakan.
4.      Contoh Proyek

Mata Pelajaran: IPA, Kelas: D-6

I. Standar Kompetensi
Memahami pentingnya penghematan energi
II. Kompetensi Dasar
Membuat suatu karya/model yang menggunakan energi listrik (bel listrik/alarm/model lampu lalu lintas/kapal terbang/mobil-mobilan/model penerangan rumah)
III. Indikator
1.      Merancang karya yang akan dibuat. (Model lampu lalu lintas)
2.      Mengidentifikasi alat dan bahan yang yang dibutuhkan sesuai rancangan.
3.      Mengidentifikasi hubungan antara benda/bahan yang digunakan dengan kinerja karyanya.
4.      Menguji hasil rancangan.
IV. Langkah Kerja
    1. Guru bersama siswa menentukan karya yang akan dibuat: Model lampu lalu lintas
    2. Siswa melakukan pembagian tugas melalui diskusi dalam kelompok masing-masing
    3. Siswa menyiapkan peralatan, bahan, dan asesoris yang diperlukan dalam membuat model lampu lalu lintas
    4. Siswa merancang dan membuat model lampu lalu lintas
    5. Siswa merakit rangkaian listrik pada model lampu lalu lintas secara berkelompok














Tidak ada komentar:

Komentar Terkini