Oktober 04, 2011

MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA


TUGAS IPA
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN IPA
Dosen: Dra. Carla L Wantana, M.Si 





Oleh:
Ari Ermawan      2011-035-034

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIKA ATMA JAYA
2011

1. EXAMPLES NON EXAMPLES
    Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD
    Langkah-langkah:
a.       Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
b.      Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan.
c.       Guru memberii petunjuk dan memberii kesempatan pada perserta didik untuk   mengurutkan gambar, memperhatikan/menganalisa gambar.
d.      Melalui diskusi kelompok 2-3 orang perserta didik, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas.
e.       Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya.
f.       Mulai dari komentar/hasil diskusi perserta didik, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.
g.      Kesimpulan.
2. PICTURE AND PICTURE
    Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Menyajikan materi sebagai pengantar.
c.       Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi.
d.      Guru menunjuk/memanggil perserta didik secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.
e.       Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut.
f.       Dari alas an/urutan gambar tersebut guru memulai menanamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
g.      Kesimpulan/rangkuman.
3. NUMBERED HEADS TOGETHER
    Kepala bernomor, Spencer Kagan,1992
    Langkah-langkah:
a.       Perserta didik dibagi dalam kelompok, setiap perserta didik dalam setiap kelompok mendapat nomor.
b.      Guru memberiikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
c.       Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya.
d.      Guru memanggil salah satu nomor perserta didik dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.
e.       Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
f.       Kesimpulan.
4. COOPERATIVE SCRIPT
    (Danserau CS, 1985)
     Metode belajar dimana perserta didik bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
  
       Langkah-langkah:
a.       Guru membagi perserta didik berpasangan.
b.      Guru membagikan wacana/materi tiap perserta didik untuk dibaca dan membuat ringkasan.
c.       Guru dan perserta didik menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
d.      Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
      Sementara pendengar:
e.       Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.
f.       Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
g.      Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti di atas.
h.      Kesimpulan perserta didik bersama-sama dengan guru.
i.        Penutup.
5. KEPALA BERNOMOR BERURUTAN
    (Modifikasi dari Number Heads)
    Langkah-langkah:
a.       Perserta didik dibagi dalam kelompok, setiap perserta didik dalam setiap kelompok mendapat nomor.
b.      Penugasan diberikan kepada setiap perserta didik berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai.
c.       Misalnya: Perserta didik nomor satu bertugas mencatat soal. Perserta didik nomor dua mengerjakan soal dan perserta didik nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.
d.      Jika perlu, guru dapat menyuruh kerjasama antar kelompok. Perserta didik disuruh keluar dan kelompoknya dan bergabung bersama beberapa perserta didik bernomor sama dan kelompok lain. Dalam kesempatan ini perserta didik dengan tugas yang sama dapat saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka.
e.       Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain.
f.       Kesimpulan.
g.      Penutup.
6. STUDENT  TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
    Tim perserta didik kelompok prestasi (Slavin, 1995)
    Langkah-langkah:
a.       Membentuk kelompok yang anggotanya= 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll).
b.      Guru menyajikan pelajaran.
c.       Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
d.      Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh perserta didik. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu.
e.       Memberii evaluasi dan kesimpulan.
7. JIGSAW (MODEL TIM AHLI)
    (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, and Snapp, 1978)
    Langkah-langkah:
a.       Perserta didik dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim.
b.      Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda.
c.       Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.
d.      Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka.
e.       Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli, tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
f.       Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi.
g.      Guru memberi evaluasi.
h.      Penutup.
8. PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI)
(Pembelajaran berdasarkan masalah)
Langkah-langkah:
a.       Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi perserta didik untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
b.      Guru membantu perserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll).
c.       Guru mendorong perserta didik untuk mengumpulkan informasi yang sesuai eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
d.      Guru membantu perserta didik dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
e.       Guru membantu perserta didik untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
9. ARTIKULASI
    Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Guru menyajikan materi.
c.       Untuk mengetahui daya serap perserta didik, bentuklah kelompok berpasangan dua orang.
d.      Menugaskan salah satu perserta didik dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompoknya.
e.       Menugaskan perserta didik secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagaian perserta didik sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
f.       Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami perserta didik.
g.      Kesimpulan/penutup.
10. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal perserta didik atau untuk menemukan alternatif jawaban.
       Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh perserta didik dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternative jawaban.
c.       Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang.
d.      Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternative jawaban hasil diskusi.
e.       Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru.
f.       Dari data-data di papan perserta didik diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru.
11. MAKE – A MATCH
       (Mencari pasangan) Lorna Curran, 1994
       Langkah-langkah:
a.       Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.
b.      Setiap perserta didik mendapat satu buah kartu.
c.       Tiap perserta didik memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang.
d.      Setiap perserta didik mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban).
e.       Setiap perserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.
f.       Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap perserta didik mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya.
g.      Demikian seterusnya.
h.      Kesimpulan/penutup.
12. THINK PAIR AND SHARE
(Frank Lyman, 1985)
Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Perserta didik diminta berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru.
c.       Perserta didik diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing.
d.      Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya.
e.       Berawal dari kegiatan tersebut, guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para perserta didik.
f.       Guru memberi kesimpulan.
g.      Penutup.
13. DEBATE
       Langkah-langkah:
a.       Guru membagi 2 kelompok peserta debat yang satu pro dan yang lainnya kontra.
b.      Guru memberiikan tugas untuk membaca materi yang akan didebatkan oleh kedua kelompok diatas.
c.       Setelah selesai membaca materi, guru menunjuk salah satu anggota kelompok pro untuk berbicara saat itu, kemudian ditanggapi oleh kelompok kontra. Demikian seterusnya sampai sebagian besar perserta didik dapat mengutarakan pendapatnya.
d.      Sementara perserta didik menyampaikan gagasannya, guru menulis inti/ide-ide dari setiap pembicaraan sampai mendapatkan sejumlah ide diharapkan.
e.       Guru menambahkan konsep/ide yang belum terungkap.
f.       Dari data-data yang diungkapkan tersebut, guru mengajak perserta didik membuat kesimpulan/rangkuman yang mengacu pada topik yang ingin dicapai.
14. ROLE PLAYING
       Langkah-langkah:
a.       Guru menyusun/menyiapkan scenario yang akan ditampilkan.
b.      Menunjuk beberapa perserta didik untuk mempelajari scenario dalam waktu beberapa hari sebelum KBM.
c.       Guru membentuk kelompok perserta didik yang anggotanya 5 orang.
d.      Memberiikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.
e.       Memanggil para perserta didik yang sudah ditunjuk untuk melakonkan scenario yang sudah dipersiapkan.
f.       Masing-masing perserta didik berada di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan.
g.      Setelah selesai ditampilkan, masing-masing perserta didik diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok.
h.      Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.
i.        Guru memberiikan kesimpulan secara umum.
j.        Evaluasi.
k.      Penutup.
15. GROUP INVESTIGATION
(Sharan, 1992)
Langkah-langkah:
a.       Guru membagi kelas dalam beberapa kelompok heterogen.
b.      Guru menjelaskan maksud pembelajaran dan tugas kelompok.
c.       Guru memanggil ketua kelompok dan setiap kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain.
d.      Masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada secara kooperatif yang bersifat penemuan.
e.       Setelah selesai diskusi, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasan kelompok.
f.       Guru memberiikan penjelasan singkat sekaligus memberi kesimpulan.
g.      Evaluasi.
h.      Penutup.
16. TALKING STICK
       Langkah-langkah:
a.       Guru menyiapkan sebuah tongkat.
b.      Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberiikan kesempatan kepada perserta didik untuk membaca dan mempelajari materi.
c.       Setelah selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, perserta didik menutup bukunya.
d.      Guru mengambil tongkat dan memberiikan kepada perserta didik, setelah itu guru memberiikan pertanyaan dan perserta didik yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
e.       Guru memberikan kesimpulan.
f.       Evaluasi.
g.      Penutup.
17. BERTUKAR PASANGAN
       Langkah-langkah:
a.       Setiap perserta didik mendapat satu pasangan (guru dapat menunjuk pasangannya atau perserta didik dapat memilih sendiri pasangannya).
b.      Guru memberiikan tugas dan perserta didik mengerjakan tugas dengan pasangannya.
c.       Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain.
d.      Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.
e.       Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
18. SNOWBALL THROWING
       Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan materi yang akan disajikan.
b.      Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberiikan penjelasan tentang materi.
c.       Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya.
d.      Kemudian masing-masing perserta didik diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
e.       Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu perserta didik ke perserta didik yang lain selama 15 menit.
f.       Setelah perserta didik dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada perserta didik untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
g.      Evaluasi.
h.      Penutup.

19. STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING
(Perserta didik/peserta mempresentasikan ide/pendapat pada rekan peserta lainnya)
Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi.
c.       Memberiikan kesempatan perserta didik untuk menjelaskan kepada perserta didik lainnya misalnya melalui bagan/peta konsep.
d.      Guru menyimpulkan ide/pendapat dari perserta didik.
e.       Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
f.       Penutup.
20. COURSE REVIEW HORAY
       Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi.
c.       Memberiikan kesempatan perserta didik tanya jawab.
d.      Untuk menguji pemahaman, perserta didik disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing perserta didik.
e.       Guru membaca soal secara acak dan perserta didik menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (v) dan salah diisi tanda silang (x).
f.       Perserta didik yang sudah mendapat tanda v vertical atau horizontal, atau diagonal harus berteriak horay……..atau yel-yel lainnya.
g.      Nilai perserta didik dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh.
h.      Penutup.
21. DEMONSTRATION
(Khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan misalnya Gussen)
Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan.
c.       Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan.
d.      Menunjuk salah seorang perserta didik untuk mendemonstrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan.
e.       Seluruh perserta didik memperhatikan demonstrasi dan menganalisanya.
f.       Tiap perserta didik mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman perserta didik didemonstrasikan.
g.      Guru membuat kesimpulan.
22. EXPLICIT INSTRUCTION
(Pengajaran Langsung)
(Rosenshina & Stevens, 1986)
Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar perserta didik tentang pengetahuan procedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah)
Langkah-langkah:
a.       Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan perserta didik.
b.      Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan.
c.       Membimbing pelatihan.
d.      Mengecek pemahaman dan memberiikan umpan balik.
e.       Memberiikan kesempatan untuk latihan lanjutan.
23. COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC)—Kooperatif Terpadu Membaca dan Menulis
(Steven & Slavin, 1995)
Langkah-langkah:
a.       Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara heterogen.
b.      Guru memberiikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran.
c.       Perserta didik bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas.
d.      Mempresentasikan/membacakan hasil kelompok.
e.       Guru membuat kesimpulan bersama.
f.       Penutup.
24. INSIDE-OUTSIDE CIRCLE
(Lingkaran kecil-lingkaran besar)
Oleh Spencer Kasan
Perserta didik saling membagi informasi pada saat yang bersamaan dengan pasangan yang berbeda dengan singkat dan teratur.
Langkah-langkah:
a.       Separuh kelas berdiri membentuk lingkaran kecil dan menghadap keluar.
b.      Separuh kelas lainnya membentuk lingkaran di luar lingkaran pertama menghadap ke dalam.
c.       Dua perserta didik yang berpasangan dari lingkaran kecil dan besar berbagi informasi. Pertukaran informasi ini dapat dilakukan oleh semua pasangan dalam waktu yang bersamaan.
d.      Kemudia perserta didik berada di lingkaran kecil diam di tempat sementara perserta didik yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua langkah searah jarum jam.
e.       Sekarang giliran perserta didik berada di lingkaran besar yang membagi informasi. Demikian seterusnya.
25. TEBAK KATA
Media:
·         Buat kartu ukuran 10×10 cm dan isilah cirri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak.
·         Buat kartu ukuran 5×2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti di lipat dan ditempel pada dahi atau diselipkan di telinga.
       Langkah-langkah:
a.       Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi  selama 45 menit.
b.      Guru menyuruh perserta didik berdiri berpasangan di depan kelas.
c.       Seorang perserta didik diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang perserta didik yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan di telinga.
d.      Sementara perserta didik membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis di dalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawaban. Dan seterusnya.
Contoh Kartu:
Aku adalah jenis sayuran hijau.
Batangku berair.
Aku merupakan tumbuhan dikotil.
Aku banyak mengandung vit. K dan zat besi.
NAH……..SIAPA………AKU?
Jawabnya: Bayam.
26. TAKE AND GIVE
Media:
Kartu ukuran 10 x 15 cm sejumlah peserta tiap kartu berisi sub         materi (yang berbeda dengan kartu yang lainnya, materi sesuai dengan TP).
Kartu contoh sejumlah perserta didik.
Contoh kartu:
Nama perserta didik
Sub materi
1
2
3
Dst.
Lanjutan
           
       Langkah-langkah:
a.       Siapkan kelas sebagaimana mestinya. Jelaskan materi sesuai           kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Untuk memantapkan penguasaan peserta tiap perserta didik diberi masing-masing satu kartu untuk dipelajari (dihapal) lebih kurang 5 menit. Semua perserta didik disururh berdiri dan mencari pasangan untuk saling menginformasi. Tiap perserta didik harus mencatat nama pasangannya pada kartu contoh.
c.       Demikian seterusnya sampai tiap peserta dapat saling memberi dan menerima materi masing-masing (take and give). Untuk mengevaluasi keberhasilan berikan perserta didik pertanyaan yang tak sesuai dengan kartunya (kartu orang lain). Strategi ini dapat dimodifikasi sesuai keadaan.
d.      Kesimpulan.
27. CONCEPT SENTENCE
       Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Guru menyajikan materi secukupnya.
c.       Guru membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang secara heterogen.
d.      Guru menyajikan beberapa kata kunci sesuai materi yang disajikan.
e.       Tiap kelompok disuruh membuat beberapa kalimat dengan menggunakan minimal 4 kata kunci setiap kalimat.
f.       Hasil diskusi kelompok didiskusikan kembali secara pleno yang dipandu oleh guru.
g.      Kesimpulan.
28. COMPLETE SENTENCE
Media:
Siapkan blangko isian berupa paragraph yang kalimatnya belum lengkap.
Langkah-langkah:
a.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
b.      Guru menyampaikan materi secukupnya atau perserta didik disuruh membacakan buku atau modul dengan wakil secukupnya.
c.       Guru membentuk kelompok 2 atau 3 orang secara heterogen.
d.      Guru membagikan lembar kerja berupa paragraph yang kalimatnya belum lengkap. (lihat contoh)
e.       Perserta didik berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia.
f.       Perserta didik berdiskusi secara berkelompok.
g.      Setelah jawaban didiskusikan, jawaban yang salah diperbaiki dan tiap peserta membaca sampai mengerti atau hapal.
h.      Kesimpulan.
29. PAIR CHECKS
SPENCER KAGEN (1993)

Apa yang dilakukan?

a.       Bekerja berpasangan
Guru membentuk tim berpasangan berjumlah 2 (dua) perserta didik. Setiap pasangan mengerjakan soal yang pas sebab semua itu akan membantu melatih.
b.      Pelatih mengecek
Apabila partner benar pelatih memberi kupon.
c.       Bertukar peran
Seluruh partner bertukar peran dan mengurangi langkah 1-3.
d.      Pasangan mengecek
Seluruh pasangan tim kembali bersama dan membandingkan jawaban.
e.       Penegasan guru
Guru mengarahkan jawaban/ide menurut konsep.

Tidak ada komentar:

Komentar Terkini